Wednesday, 19 March 2014

Foxygen - We Are the 21st Century Ambassadors of Peace & Magic



We Are the 21st Century Ambassadors of Peace & Magic adalah album penuh ketiga dari band indie rock asal California, Foxygen.

Ketika band dengan suara 'retro' sudah cukup banyak belakangan ini, Foxygen dapat kita masukkan kedalam daftar mereka yang melakukannya dengan benar (Cults, Tame Impala), menunjukkan bubuhan unik mereka, dengan suara-suara raw dari The Velvet Underground, The Band, dan inspirasi lainnya.

"…Peace & Magic" seloroh duo pembuat musik yang vulgar, jenius, bodoh, dengan eksperimen liar dan penuh keanehan yang orisinil tersebut. Jika itu terdengar seperti racauan saya yang sulit dimengerti, itu karena Foxygen melihat sesuatu dengan cara yang berbeda dari band lainnya. Setiap lagu disini, album penuh pertama mereka setelah EP 2011 ‘Take The Kids Off Broadway’, menggabungkan hingga lima lagu dalam satu dan menalikannya dengan lirik yang tampaknya diambil dari pikiran sesat seorang edan yang sedang menghisap ganja.

Ini seharusnya menjadi sebuah kekacauan namun, entah mengapa tidak. Atau jika memang ya, ini merupakan kekacauan yang sangat menyenangkan.

We Are the 21st Century Ambassadors of Peace & Magic dengan keras kepala menolak untuk diarahkan kedalam genre tunggal; tapi dalam rilisan ini, setidaknya mereka berpegang pada satu era musik. Foxygen memasuki ranah musik radio AM hippie rock ("In the Darkness," "No Destruction," "San Francisco"), Motown, Soul, acid rock ("On Blue Mountain," "We Are the 21st Century Ambassadors of Peace & Magic"), hingga gaya french-pop lama ("Oh Yeah"). Berkat produksi cemerlang Richard Swift, yang memberikan rasa vinyl kontemporer yang familiar, Ambassadors terasa seperti seseorang yang memutar radio dial antara beberapa rock klasik dan stasiun radio oldies. Band ini menangkap tiap-tiap gaya retro secara detail, dan berhasil menyalurkannya kedalam satu visi yang secara keseluruhan adalah Foxygen. Tentu itu bisa jadi sulit, namun mereka tahu bahwa usahanya pasti membuahkan imbalan yang lebih dari setimpal.

Track List
"In the Darkness"
"No Destruction"
"On Blue Mountain"
"San Francisco"
"Bowling Trophies"
"Shuggie"
"Oh Yeah"
"We Are the 21st Century Ambassadors of Peace & Magic"
"Oh No 2"

Sunday, 22 September 2013

Morfem - Hey, Makan Tuh Gitar!




Setelah tenggang waktu kurang lebih setahun sejak album 'Indonesia', Morfem kembali berkarya lewat album penuh barunya, 'Hey, Makan Tuh Gitar!', pada bulan Mei tahun ini. Judul dari album kedua Morfem ini diambil dari penggalan lirik lagu 'Seka Ingusmu', yang juga terdapat pada album debut.

Komposisi yang terdiri dari 11 lagu ini masih berkutat pada tema keseharian. Dari single '180 derajat' yang menceritakan monolog seorang Jimi (Multhazam) tentang teman karibnya yang kian mendewasa menjadikannya andalan dalam album tersebut. Kemudian lewat 'Hey Tuan Botimen' kuartet Fuzz Rock ibukota ini mengisahkan keseharian seorang 'Botimen'. Hentakan nada mulai turun pada 'Senjakala Cerita' yang mengingatkan saya kepada 'My Bloody Valentine'. Album ditutup dengan lagu 'Jalan Darat (antiboring)' yang menceritakan serunya perjalanan Morfem Jalan Darat Tour 2012.

Album ini seakan mengenangkan kejayaan corak netral pada 90an ditambah nuansa rock, punk, pop dan genre lain yang dapat ditemui didalamnya. Yang menarik bagi saya dari album yang di produseri sendiri oleh Jimi dan Pandu ini adalah liriknya. Gaya bahasa Morfem pada album ini seakan menyamarkan nuansa literer dengan kemasan verbal yang bengal. Cukup sesuai dengan alih nama Morfem, yang merupakan unit terkecil yang menjadi unsur perkataan. Jimi selaku penulis lirik telah membuktikan kredibilitasnya pada album ini. Salah satu highlight musik lokal di tahun 2013!

Tracklist:
01. 180 Derajat
02. Hey Tuan Botimen
03. Senjakala Cerita
04. Legenda Berbalut Ngeri
05. Era Gelap Sirna
06. Hujan Kunjungi Kami
07. Bocah Cadel Lampu Merah
08. Berlagak Gila
09. Seka Ingusmu!
10. Cerdas dan Taktis
11. Jalan Darat (Antiboring)

Belanja Morfem Disini http://instagram.com/p/eRSq6BSbPa/

Monday, 29 July 2013

Belle and Sebastian: Tigermilk


Judul Album : Tigermilk
Artis : Belle & Sebastian
Tahun Produksi :1996
Label: Electric Honey

Album debut dari Belle & Sebastian keluaran 1996 memang, saya akui, dapat dikatakan not everyone's cup of tea. Oke, saya dan fetish anti-mainstream. Namun ayolah, saya berusaha se-tidak bias mungkin dalam ulasan dari salah satu band all-time favorit sendiri ini.

Sejauh ini, belum ada diantara kawan yang suka Belle and Sebastian. Dan saya senang dengan fakta itu. Beberapa album diciptakan untuk didengarkan dengan sekelompok teman-teman yang agak mabuk, untuk dinyanyikan bersama pada suatu perayaan menyenangkan. Dan album ini bukan salah satu dari mereka.

Eksistensi Tigermilk sendiri adalah suatu berkah tersendiri, dan faktanya kini beredar di kalangan lebih luas (diluar sana, tentunya) adalah suatu keajaiban kecil. Kunci dari kisah tidak meyakinkan tersebut terletak pada Glaswegian terlampau berbakat, Stuart Murdoch, seorang mantan petinju yang, setelah didiagnosa menderita sindrom kelelahan kronis, memilih untuk mengejar alternatif karir sebagai penulis lagu.

Banyak kritikus yang terbuai oleh gaya lo-fi dengan sederhana, sementara lainnya hanya dapat melihat kemanisan dibelakangnya.

Lagu-lagu didalamnya, dikemas dalam pengaturan yang tampak sederhana (dan ditangkap dengan indah oleh sang produser, mantan personil band associate, Alan Rankine) sebenarnya menghasilkan musik yang cekatan, mengartikulasi cerita cinta modern.

Ditulis selama masa isolasi ketika sedang menjalani pengobatan terhadap penyakitnya, sebagian lagu Murdoch mengadopsi estetika Folk dan berfokus terhadap karakter yang selama ini ia perhatikan selama hidup di balkon sebuah gereja. Murdoch dengan lidah terampilnya adalah sumber inspirasi secara menyeluruh, memberikan wawasan mengejutkan ke dalam tema termasuk bullying, tekanan, dan cinta -dan itu hanya dalam dua lagu pertama. Pada waktu tertentu, liriknya dapat menjadi komedi, serius, semangat, atau emosi apapun yang bisa ditunjukkan, dan lirik tersebut keluar dari suara yang datar dan terkadang rapuh seperti yang anda harapkan dari seorang pria cemas.

Dengan bekal bakat yang luar biasa, tantangan untuk Murdoch adalah untuk menemukan cara paling efektif dalam mengungkapkannya. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Tigermilk adalah formula yang sempurna -bahkan sekalipun kehadiran sang penulis yang begitu dominan terkadang membuat kita sering kali lupa bahwa itu merupakan suatu upaya kolaborasi. Kontribusi merata atau tidak, ini merupakan suatu rekor sampai ke legenda penciptaannya, memberikan patokan megah dari mana Murdoch dan Belle & Sebastian bisa berkembang lebih jauh.


Tracks

The State I Am In
Expectations
She’s Losing It
You’re Just a Baby
Electronic Renaissance
I Could Be Dreaming
We Rule the School
My Wandering Days Are Over
I Don’t Love Anyone
Mary Jo

Wednesday, 19 June 2013

Pink Floyd - The Piper at The Gate of Dawn

Beruntung sekali hari ini dapat album Pink Floyd, debut pula. Oke, Bootleg tapi tak apalah.



Judul Album : The Piper at the Gates of Dawn
Artis : Pink Floyd
Tahun Produksi :1967
Label: EMI Columbia

Yap, album debut dari band legendaris Pink Floyd. Saat dulu pertama mendengarkan via itunes, agak mencengangkan betapa Pink Floyd telah berubah. Mencengankan karena band yang sama, dengan perubahan satu anggota band, mengeluarkan album macam ini dan 6 tahun kemudian merilis Dark Side of the Moon. 

piper diproduksi di Abbey Road disaat yang bersamaan dengan album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band dan hasilnya tidak mungkin lebih aneh antar satu dan lainnya. Dimana The Beatles menggunakan kendali penuh atas studio sementara Pink Floyd menggunakannya untuk kehilangan kendali. Ditambah kondisi sang penulis utama dan visioner Pink Floyd, Syd Barrett, diambang batas kehilangan kendali secara permanen. Kurang dari setahun setelah rilisnya Piper, pada 1967, Barrett telah keluar dari Pink Floyd. Sebuah tragedi yang tragis dan paling menonjol di era psychedelic.

Pada masanya, piper merupakan album psychedelic paling terkenal dan bagian dari pionir genre tersebut. Lewat lagu Arnold Layne, Pink Floyd menggambarkan seorang pencuri pakaian dalam yang suka beraksi di bawah sinar bulan. Kala itu dan, saya rasa hingga sekarang, tema seperti ini cukup aneh. Ada Astronomy Domine, Lucifer Sam, Bike. Jadi tak perlu LSD, anda dengarkan album ini niscaya terbawa khayalan entah kemana.

edit: Benar bootleg karena setelah cek songlist di wiki ternyata resminya tidak ada Arnold Layne. Dari berbagai sumber yang saya baca awalnya single debut mereka ini memang direncanakan untuk masuk. Namun karena tema yang kontroversial membuat stasiun radio Inggris enggan memuatnya sehingga akhirnya tidak jadi dimasukkan.

Tracklist

Astronomy Domine
Lucifer Sam
Mathilda Mother
Flaming
Pow R. Toc H.
Take Up Thy Stethoscope and Walk
Interstellar Overdrive
The Gnome 
Chapter 24 
The Scarecrow 
Bike

Wednesday, 12 June 2013

Animal Kingdom - The Looking Away




Judul Album : The Looking Away
Artis : Animal Kingdom
Tahun Produksi :2012
Label: Vertigo

Dan semakin banyak lagi album indie-alternative rock brilian dari UK, berkat band berbasis London Animal Kingdom. Tapi nama genre tersebut tidak dapat menggambarkan keindahan album kedua dari band ini.

Menunggang gelombang tren genre dreamy-waves pasca Britpop, Animal Kingdom membawakan sebuah lagu sosio-politikal yang padat dan menyentuh tentang Keserakahan Finansial, dan Kekuasaan. Ditambah dengan timbre yang unik dan vokal Richard Sauberlich yang khas, lagu ini sulit diabaikan saat pihak developer seri game sepak bola FIFA menandatangani kontrak untuk menggunakan lagu ini di game terbaru mereka, FIFA 13.

Setiap lagu di The Looking Away, dari alunan halus dengan durasi 5 menit "Straw Man" hingga nada pop-akustik ala coldplay "Alone Together", semua layak untuk telinga anda. Dengan sedikit lagi plays, saya rasa album ini dapat menjadi album favorit saya untuk tahun ini - dan mungkin juga milik anda.

Tracklist

1. The Wave
2. Get Away With It
3. Strange Attractor
4. Straw Man
5. Skipping Disc
6. Glass House
7. The Art Of Tuning Out
8. White Sparks
9. Everything At Once
10. Alone Together
11. The Blood That Runs Under Your Skin

Tuesday, 11 June 2013

Ultimate Dirty Dancing

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/1/13/Drtydancingsoundtrack.jpg


Judul Album : Dirty Dancing Movie Soundtrack
Artis : Various
Tahun Produksi :1987
Label: RCA

Kala itu, Dirty Dancing merupakan sebuah fenomena di era-nya, begitupun dengan soundtracknya, mencakup beberapa hits besar dan menghidupkan kembali ketertarikan akan musik lama yang telah lama hilang. Musiknya adalah sebuah perpaduan antara musik klasik 60an yang menggairahkan seperti "Be My Baby" oleh The Ronettes, dan "Love Is Strange" Oleh Mickey & Sylvia dan musik 80s emosional dari Eric Carmen, Tom Johnston, Patrick Swayze, dan tentunya Bill Medley dan Jeniffer Warnes, yang "(I've Had) The Time of My Life" -nya sukses menjadi sebuah mega-hit dimana-mana pada masa 80an dan kelak akan kembali menjadi hits lewat lagu modern dengan judul yang sama oleh Black Eyed Peas. Anda penyuka pop-rock lawas tentu akan menikmati tracklist dari album ini.

Tracklist
Side A
(I've Had) The Time Of My Life
Be My Baby
She's Like the Wind
Hungry Eyes
Stay
Yes

Side B
You Don't Own Me
Hey Baby
Overload
Love Is Strange
Where Are You Tonight?
In The Still Of The Night

Sunday, 9 June 2013

Naif - The Best Of

Berkas:The Best of Naif 2005.jpg





Judul Album : The Best Of
Artis : Naif
Tahun Produksi : 2005
Label: Bulletin Records

Album Best Of dari Naif (yang saya rasa belum bisa disebut best of karena niscaya setalah album ini masih menyusul album-album dari Naif lainnya) sukses membawa saya kembali ke masa lalu, masa dimana anda harus mendengarkan radio atau menonton tv untuk mengetahui judul sebuah lagu. Era 90 akhir ke 2000 awal memang tak bisa lepas dari band satu ini. Sejak album debutnya, self-titled Naif, Naif sudah mulai menempati puncak chart di tanah air lewat lagu andalannya seperti Mobil Balap dan Piknik '72. Dan album ini dengan sempurna merangkum peran Naif dalam melengkapi masa-masa tersebut. Sebuah mesin waktu bagi orang seperti saya. 

Track List :
1. Air dan Api
2. Piknik '72
3. Rumah Yang Yahud
4. Mobil Balap
5. Jauh
6. Hai Monas
7. Towal Towel
8. Selalu
9. Johan dan Enny
10. Posesif
11. Curi-Curi Pandang
12. Jikalau
13. Aku Rela
14. Sepi
15. Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada di Dunia
16. Senang Bersamamu